• KONSEP MEDIA PEMBELAJARAN E LEARNING

    0


     KATA PENGANTAR

    Puji syukur senantiasa saya panjatkan kepada Allah SWT. yang mana atas berkat dan pertolongan-Nyalah saya dapat menyelesaikan makalah ini. Terima kasih juga saya ucapkan kepada dosen pembimbing saya yang telah membimbing saya sehingga saya bisa menyelesaikan makalah ini sesuai waktu yang telah ditentukan.
    Sholawat serta salam senantiasa saya haturkan kepada suritauladan kita Nabi Muhammad SAW. yang selalu kita harapkan syafa’atnya di hari kiamat nanti.
              Makalah ini saya buat dalam rangka untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai “Pengertian dan cirri-ciri media pembelajaran yang efektif”. Makalah ini juga dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah “E-Learning dalam Pembelajaran Bahasa Arab”
                Dengan segala keterbatasan yang ada, penulis telah berusaha dengan segala daya dan upaya guna menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari  bahwasanya makalah ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca untuk menyempurnakan makalah ini. Atas kritik dan sarannya saya ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya.




    Jombang, 17 Desember 2016

    Wahyu Nur Cahyani









    DAFTAR ISI


    Kata pengantar.................................................................................................................... i
    Daftar isi............................................................................................................................. ii
    BAB I: PENDAHULUAN
         A.  Latar belakang......................................................................................................... 1
         B.  Rumusan masalah..................................................................................................... 1
         C.  Tujuan makalah......................................................................................................... 1
    BAB II: PEMBAHASAN
         A.  Pengertian dan konsep media pembelajaran............................................................. 2
         B.  Manfaat dan fungsi media pembelajaran.................................................................. 3
         C.  Cirri-ciri media pembelajaran yang efektif............................................................... 5
    BAB III: PENUTUP
         A.  Kesimpulan............................................................................................................... 7
    DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................... 8














    BAB I
    PENDAHULUAN

    A.    Latar Belakang
    Seiring dengan kemajuan dan perkembangan teknologi yang mengaharuskan manusia untuk menjalin komunikasi dengan berbagai suku bangsa, maka aspek kebahasaan memegang peranan yang sangat penting. Bahasa sebagai alat komunikasi, baik verbal maupun non verbal, dapat membantu dalam menentukan terlaksananya proses komunikasi dengan baik. Oleh sebab itu, bahasa merupakan salah satu ilmu yang banyak dipelajari oleh peserta didik di lembaga pendidikan.
    Sebuah pembelajaran, baik pembelajaran bahasa ataupun lainnya akan terasa jemu dan stagnan jika tanpa media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan salah satu komponen proses belajar mengajar yang memiliki peranan sangat penting dalam menunjang keberhasilan  proses belajar mengajar.[1] Media pembelajaran merupakan suatu teknologi pembawa pesan yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran dan mencapai tujuan dan keberhasilan pembelajaran. Oleh sebab itu, dalam pembelajaran bahasa kita butuh media yang tepat dan efektif agar tujuan pembelajaran tercapai.

    B.     Rumusan Masalah
    A.    Apa itu media pembelajaran?
    B.     Apa manfaat dan fungsi media pembelajaran?
    C.     Apa ciri-ciri media pembelajaran yang efektif ?

    C.     Tujuan makalah
    A.    Untuk mengetahui definisi media pembelajaran.
    B.     Untuk mengetahui manfaat dan fungsi media pembelajaran.
    C.     Untuk mengetahui ciri-ciri media pembelajaran yang efektif.


    BAB II
    PEMBAHASAN

    A.    Pengertian dan Konsep Media Pembelajaran
    Media pembelajaran terdiri dari dua kata, media dan pembelajaran. Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang secara harfiah berarti “perantara” yaitu perantara sumber pesan (a source) dan penerima pesan (a receiver).[2] Media salah satu alat komunikasi dalam menyampaikan pesan tentunya sangat bermanfaat jika diimplementasikan dalam ranah pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran, dapat dikatakan bahwa media merupakan wahana penyalur pesan atau informasi belajar.[3] Lebih dari itu, dalam media, terdapat perpaduan antara hardware dan software.[4] Dengan kata lain media merupakan perangkat keras (hardware) yang telah diisi dengan perangkat lunak (software).
    Para ahli memberikan batasan khusus berkenaan dengan pengertian media. Wilbur Schraman menyebutkan bahwa media adalah sebuah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan intruksional. NEA (National Education Association) juga mengatakan bahwa media adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak, pandang, maupun dengar, termasuk teknologi perangkat kerasnya.[5] Selain itu, Asosiasi Teknolofi dan Komunikasi Pendidikan di Amerika juga memberi batasan berkenaan dengan media, yaitu segala bentuk dan salurannya yang digunakan oleh seseorang yang menyalurkan pesan atau informasi.
    Media pembelajaran merupakan salah satu komponen proses belajar mengajar yang memiliki peranan sangat penting dalam menunjang keberhasilan  proses belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan pendapat Gagne, yang menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat memberikan rangsangan untuk belajar. [6]
    Pada awalnya, media pembelajaran hanya merupakan alat bantu yang dipergunakan oleh guru atau seorang pendidik untuk menyampaikan materi atau informasi belajar. Berbeda dengan saat ini, kehadiran media pembelajara juga dapat memberikan dorongan, stimulus maupun pengembangan aspek intelektual maupun emosional siswa. Pada mulanya alat bantu yang digunakan hanya berupa visual yaitu berupa sarana yang dapat memberikan pengalaman melalui indra penglihatan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dapat memperjelas dan mempermudah konsep abstrak, dan mempertinggi daya serap atau retensi belajar. Akan tetapi pada saat ini media haruslah dapat memotivasi siswa dalam belajar, membangkitkan kreativitas siswa, belajar berpikir tingkat tinggi.
    Jadi dapat dikatakan bahwa media pembelajaran merupakan suatu teknologi pembawa pesan yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran dan mencapai tujuan/keberhasilan pembelajaran. Atau dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim pesan  ke penerima pesan, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, dan minat serta perhatian penerima (siswa) sebagai tanda terjadinya proses pembelajaran.[7]

    B.     Manfaat dan Fungsi Media Pembelajaran
    Media pembelajaran merupakan suatu teknologi pembawa pesan yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran dan mencapai tujuan dan keberhasilan pembelajaran. Sedangkan dua unsur yang sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar adalah metode dan media, karena dengan metodelah kita dapat menentukan jenis media yang akan kita gunakan saat kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, media pembelajaran memiliki manfaat dan fungsi dalam kegiatan belajar mengajar. Adapun manfaat media pembelajaran dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:[8]
    1.        Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
    2.        Materi pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pembelajaran lebih baik.
    3.        Metode pembelajaran akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru harus mengajar untuk setiap jam pembelajaran.
    4.        Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain.
    Selain itu, menurut Kempt & Dayton, fungsi utama media pembelajaran yaitu:[9]
    1.      Memotivasi minat dan tindakan, direalisasikan dengan teknik drama atau hiburan.
    2.      Menyajikan informasi, digunakan dalam rangka penyajian informasi di hadapan sekelompok siswa.
    3.      Memberi intruksi, materi yang terdapat dalam media harus melibatkan siswa.
    Sedangkan sebagaimana yang dikutip oleh Umi Machmudah dalam buku Active Learing, Ulin Nuha menyatakan bahwa fungsi dan kegunaan media pembelajaran adalah sebagai berikut:[10]
    1.      Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu terkesan verbalistik (dalam bentuk kata tertulis ataupun lisan).
    2.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indra, seperti:
    a.       Objek yang besar dapat digantikan dengan realitas gambar atau model.
    b.      Objek yang kecil bisa dibantu dengan proyektor mikro.
    c.       Kejadian atau peristiwa yang sudah terjadi di masa lampau dapat ditampilkan melalui rekaman, film, video, dan lain-lain.
    3.      Penggunaan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif peserta didik. Dalam hal ini, media pembelajaran berfungsi untuk:
    a.       Menimbulkan motivasi dan semangat belajar siswa.
    b.      Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara peserta didik dengan lingkungan dan kenyataan.
    c.       Memungkinkan siswa untuk belajar sendiri menurut minat dan kemampuannya.
    d.      Memudahkan menggali informasi informasi yang di butuhkan.
    Adapun fungsi media pembelajaran menurut  Hamalik adalah sebagai berikut:[11]
    1.      Untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang efektif.
    2.      Penggunaan media merupakan bagian integral dalam sisitem pembelajaran.
    3.      Media pembelajaran merupakan bagian penting untuk mencapai tujuan pembelajaran.
    4.      Penggunaan media pembelajaran adalah untuk mempercepat proses pembelajaran dan membantu siswa dalam upaya memahami materi yang disajikan oleh guru.
    5.      Penggunaan media pembelajaran dimaksudkan untuk mempertinggi mutu pendidikan.

    C.     Ciri-Ciri Media Pembelajaran yang Efektif
    Pembelajaran merupakan sebuah sistem, yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Komponen tersebut meliputi: tuujuan, materi, metode, dan evaluasi. Keempat komponen tersebut harus diperhatikan oleh guru dalam memilih dan menentukan media, metode, strategi, dan pendekatan apa yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran merupakan suatu proses menciptakan kondisi yang kondusif agar terjadi interaksi komunikasi belajar mengajar antara guru, peserta didik, dan komponen pembelajaran lainnya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Oleh sebab itu media pembelajaran yang efektif adalah media yang dapat menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Adapun sebagian cirri media pembelajaran yaitu:
    1.      Media pembelajaran berisi pesan atau informasi belajar terkait materi yang sedang dibahas.
    2.      Menimbulkan semangat belajar siswa.
    3.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan jarak.
    4.      Memudahkan siswa dalam penggunaan media yang digunakan.
    5.      Membantu guru dalm proses pembelajaran/menyampaikan pesan/materi, dan lain sebagainya.
    Adapun menurut Ulin Nuha, media pembelajaran dapat efektif, dengan arti berjalan sebagaimana rencana awal, apabila tidak terdapat suatu kendala atau kesalahan teknis yang membuat media tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik. Apabila media tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai penyalur  pesan, maka dapat dikatakan bahwa media tersebut tidak efektif atau bahkan tidak berfungsi dalam kegiatan pembelajaran.[12]


























    BAB III
    PENUTUP

    A.    Kesimpulan
    Media pembelajaran merupakan suatu teknologi pembawa pesan yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran dan mencapai tujuan dan keberhasilan pembelajaran. Atau dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim pesan  ke penerima pesan, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, dan minat serta perhatian penerima (siswa) sebagai tanda terjadinya proses pembelajaran.
    Adapun menurut Kempt & Dayton, fungsi utama media pembelajaran yaitu:
    1.      Memotivasi minat dan tindakan, direalisasikan dengan teknik drama atau hiburan.
    2.      Menyajikan informasi, digunakan dalam rangka penyajian informasi di hadapan sekelompok siswa.
    3.      Memberi intruksi, materi yang terdapat dalam media harus melibatkan siswa.
    Adapun menurut Ulin Nuha, media pembelajaran dapat efektif, dengan arti berjalan sebagaimana rencana awal, apabila tidak terdapat suatu kendala atau kesalahan teknis yang membuat media tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik. Apabila media tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai penyalur  pesan, maka dapat dikatakan bahwa media tersebut tidak efektif atau bahkan tidak berfungsi dalam kegiatan pembelajaran.












    DAFTAR PUSTAKA

    Nuha, Ulin. 2016. Ragam Metodologi dan Media Pembelajaran Bahasa Arab. Yogyakarta:Diva Press.
    Rohman, Fathhur. 2015. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Malang: Madani Media
    Rusman, Dkk. 2013. Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
    Hermawan, Acep. 2011. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung: PT Remaja Rosdakarya


    [1] Dr. Rusman,dkk,Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2013),  hlm., 169
    [2] Ibid.,  hlm., 169.
    [3] Ulin Nuha, Ragam Metodologi dan Media Pembelajaran Bahasa Arab, (Yogyakarta: Diva Press, 2016), hlm., 250.
    [4] Ibid., hlm., 250
    [5] Ibid., hlm., 251
    [6] Op.cit., Dr. Rusman, hlm., 170
    [7] Op.cit Ulin Nuha, hlm., 253.
    [8] Op.cit., Dr. Rusman, hlm., 172
    [9] Op.cit., Dr. Rusman, hlm., 172
    [10] Op.cit Ulin Nuha, hlm., 260.
    [11] Op.cit., Dr. Rusman, hlm., 172
    [12] Op.cit Ulin Nuha, hlm., 253.
  • ANAKON ISTIFHAM DAN KATA TANYA

    0

    Istifham الاستفهام
    وأمَّا الاستفهامُ، فهوَ طَلَبُ العلْمِ بشيءٍ، وأدواتُه الهمزةُ، و(هلْ)، و(ما)، و(مَنْ)، و(متى)، و(أيَّانَ)، و(كيفَ)، و(أينَ)، و(أنَّى)، و(كمْ)، و(أيُّ).
    Adapun yg dikatakan istifham (dlm ilmu ma’ani) adalah, menuntut pengetahuan tentang sesuatu. Adad istifham (alat kata Tanya) berupa
    1. Hamzah
    2. Hal
    3. Maa
    4. Man
    5. Mataa
    6. Ayyaana
    7. Kaifa
    8. Aina
    9. Annaa
    10. Kam dan
    11. Ayyu.

    فالهمزةُ، لطَلَبِ التصوُّرِ أو التصديقِ.
    1. HAMZAH (أ = A)

    Dipergunakan untuk menuntut:
    1. TASHAWWUR (penggambaran/konsepsi)
    2. TASHDIQ (pembenaran nisbat/konfirmasi)

    والتصوُّرُ: هوَ إدراكُ المفرَدِ، كقولِكَ: (أعليٌّ مسافرٌ أَمْ خالدٌ؟)، تَعتقِدُ أنَّ السفَرَ حَصَلَ منْ أحدِهما، ولكنْ تَطْلُبُ تعيينَه؛ ولذا يُجابُ بالتعيينِ، فيُقالُ: (عليٌّ)، مَثلًا.
    Tashowwur (penggambaran) adalah : hal mengetahui mufrad (salah-satu dari dua bagian penisbatan (musnad ataupun musnad ilaih)).
    Contoh kamu berkata:
    “A ‘ALIYYUN MUSAAFIRUN AM KHOOLID?”
    “Apakah yg pergi itu ALI atau KHOLID?” (menanyakan mufrad yg berupa musnad ilaih)
    Kamu meyakini bahwa penisbatan SAFAR/perjalanan telah berhasil terjadi pada salah-seorang keduanya, namun kamu menuntut Ta’yin (penentuan). Oleh karena itu dijawab secara Ta’yin, maka dijawab: “ALI ” –misalnya.

    والتصديقُ: هوَ إدراكُ النِّسبةِ، نحوُ: (أسافَرَ عليٌّ)؟ تَستفْهِمُ عنْ حصولِ السفَرِ وعدَمِه. ولذا يُجابُ بـ (نعم) أوْ (لا).
    Tashdiq (pembenaran) adalah : hal mengetahui nisbat contoh:
    “A SAAFARO ALIY?”
    “Apakah ALI PERGI?” (menanyakan nisbat/hukum perginya Ali)
    Menuntut pengetahuan tentang terjadinya pergi atau tidak, oleh karena itu dijawab “NA’AM=iya” atau “LAA= tidak”

    والمسؤولُ عنه في التصوُّرِ ما يَلِي الهمزةَ، ويكونُ لهُ معادِلٌ يُذْكَرُ بعدَ (أمْ)، وتُسَمَّى متَّصِلَةً.
    Suatu yang dipertanyakan (dg adat istifham hamzah) dalam hal tashowwur yaitu lafazh yang mengiringi hamzah, kemudian ada lafazh Mu’adil (pertimbangan) yang disebut setelah أم (AM=ataukah) dan dinamakan AM MUTTASHILAH.

    فتقولُ في الاستفهامِ عن المسْنَدِ إليه: (أَأَنْتَ فعلْتَ هذا أَمْ يُوسفُ؟(
    Contoh dalam istifham tentang musnad ilaih :
    أَأَنْتَ فعلْتَ هذا أَمْ يُوسفُ؟
    “A ANTA FA’ALTA HADZA AM YUSUF?” = “apakah KAMU yg mengerjakan ini ataukah YUSUF?”

    وعن المسْنَدِ: (أَرَاغِبٌ أنتَ عن الأمْرِ أَمْ راغبٌ فيه؟(
    Contoh istifham tentang musnad:

    أَرَاغِبٌ أنتَ عن الأمْرِ أَمْ راغبٌ فيه؟
    “A ROOGHIBUN ANTA ‘ANIL-‘AMRI AM ROOGHIBUN FIIHI?” = “apakah KAMU MEMBENCI perkara itu, ataukah KAMU MENYUKAI-nya?”

    وعن المفعولِ: (أَإِيَّايَ تَقْصِدُ أَمْ خالدًا؟(
    Contoh istifham tentang maf’ul:
    أَإِيَّايَ تَقْصِدُ أَمْ خالدًا؟
    A IYYAAYA TAQSHIDU AM KHOOLIDAN?
    Apakah KEPADAKU kamu bermaksud, ataukah KEPADA KHOLID?

    وعن الحالِ: (أراكبًا جئتَ أَمْ ماشيًا؟)
    Contoh istifham tentang haal
    A ROOKIBAN JI’TA AM MAASYIYAN? = apakah BERKENDARAAN kamu datang, ataukah JALAN KAKI?

    وعن الظرْفِ: (أيومَ الخميسِ قَدِمْتَ أَمْ يومَ الجمُعَةِ؟( وهكذا
    Contoh istifham untuk zhorof (waktu/tempat)
    A YAUMUL-KHOMIISI QADIMTA AM YAUMAL-JUM’ATI? = apakah HARI KAMIS kamu datang, ataukah HARI JUM’AT?
    Demikian juga untuk ta’alluq2 istifham yg lain. (misal jar-majrur, maf’ul mutlaq, liajlih dan sebaginya disebut dalam kitab yg lebih detil)

    .وقدْ لا يُذْكَرُ المعادِلُ، نحوُ: (أَأَنْتَ فَعَلْتَ هَذَا؟)، (أَرَاغِبٌ أنتَ عن الأمْرِ؟)، (أإيَّايَ تَقْصِدُ؟)، (أراكبًا جئتَ؟)، (أيومَ الخميسِ قَدِمْتَ؟(
    Terkadang tidak menyebut Mu’adil (tapi tetap disebut IDROK TASHOWUR bukan IDROK TASHDIQ dengan mengira-ngira ada mu’adil sebagaimana contoh tersebut diatas).
    Contoh :
    A ANTA FA’ALTA HADZA? = apakah KAMU yg mengerjakan ini?
    A ROOGHIBUN ANTA ‘ANIL-AMRI? = apakah kamu MEMBENCI perkara itu?
    A IYYAAYA TAQSHIDU? = apakah KEPADAKU maksudmu?
    A ROOKIBAN ANTA? = apakah BERKENDARA kamu datang?
    A YAUMAL-KHOMIISI QODIMTA? = apakah DI HARI KAMIS kamu datang?

    والمسؤولُ عنه في التصديقِ النِّسبةُ. ولا يكونُ لها معادِلٌ، فإنْ جاءتْ (أمْ) بعدَها قُدِّرتْ منْقَطِعَةً، وتكونُ بمعنى (بلْ).
    Hal yg ditanyakan di dalam tashdiq yaitu nisbat, dan tidak ada Mu’aadil. Apabila terdapat أم (am) setelahnya, maka diakdir sebagai AM MUNQOTI’ (Am Munfashilah) dan mempunyai arit BAL = Bahkan.
    و (هلْ) لطلَبِ التصديقِ فقطْ، نحوُ: (هلْ جاءَ صديقُكَ)؟ والجوابُ: (نعم) أوْ (لا) ولذا يَمتَنِعُ معها ذِكْرُ المعادِلِ، فلا يُقالُ: (هلْ جاءَ صديقُك أمْ عدوُّك؟(
    2. HAL (هل)

    Berfungsi untuk menuntut TASHDIQ saja. Contoh:
    HAL JAA-A SHODIIQUKA? = apakah temanmu telah datang? dan sebagai jawabannya adalah : NA’AM atau LAA.
    Oleh karenanya dilarang menyebut Mu’aadil, maka jangan mengatakan :
    HAL JAA-A AHODIIQUKA AM ‘ADUWWUKA?

    و (هل) تُسمَّى بسيطةً إن استُفْهِمَ بها عنْ وجودِ شيءٍ في نفسِه، نحوُ: (هَلِ العَنْقَاءُ موجودةٌ؟). ومركَّبةً إن استُفْهِمَ بها عنْ وجودِ شيءٍ لشيءٍ، نحوُ: (هلْ تَبِيضُ العَنْقَاءُ وتُفْرِخُ؟)
    HAL dinamakan Basithah jika dipakai untuk mempertanyakan adanya sesuatu dalam zatnya. Contoh HAL AL-‘UNQO-U MAUJUUDUN? = apakah BURUNG UNQA’ itu ada? (burung mitos berkepala dan bersayap seperti garuda dan berbadan spt singa).
    Dan dinamakan Murokkab jika dipakai untuk mempertanyakan adanya sesuatu didalam sesuatu. Contoh. HA TABYADHDHU AL-UNQO’ WA TUFRIKHU? = apakah BURUNG UNQA’ itu BERTELUR DAN MENETAS? (disebut murokkab sbb mempertanyakan keberadaan burung unqa’ tentang bertelur dan menetas).
    و(ما) يُطْلَبُ بها شرحُ الاسمِ، نحوَ: ما العَسْجَدُ أو اللُّجَيْنُ؟ أوْ حقيقةُ الْمُسمَّى، نحوُ: (ما الإنسانُ؟) أوْ حالُ المذكورِ معها، كقولِك لقادِمٍ عليك: (ما أنتَ؟)
    3. MAA (ما)
    Digunakan untuk mempertanyakan keterangan/penjelasan suatu nama. Contoh:
    MAA AL’ASJAD AW LAJAIN? = apa itu asjad? atau lajain? (asjad=emas, lajain=perak). Atau mempertanyakan hakikat sesuatu yg diberi nama. Contoh: MAA AL-INSAN? Apa itu manusia? Atau mempertanyakan hal-ihwal lafal yg disebut bersama MAA. Contoh kamu berkata pada orang yg datang padamu: MAA ANTA? = siapa kamu? (jawab: Tamu, atau Utusan Raja)
    و (مَن) يُطلَبُ بها تَعيينُ العُقلاءِ، كقولِك: (مَنْ فَتَحَ مِصْرَ؟)
    4. MAN (من)

    Menuntut menentukan suatu yang berakal, contoh: MAN FATAHA MISHRO? Siapa yg menaklukkan Mesir? (jawab: Amr bin ‘Ash)

    و(متى) يُطْلَبُ بها تَعيينُ الزمانِ، ماضيًا كانَ أوْ مستَقْبلًا، نحوُ: (متى جِئْتَ؟) و(متى تَذْهَبُ؟)
    5. MATAA (متى)

    Menuntut menentukan zaman baik madhi (telah lewat) atau istiqbal (akan datang). Contoh:
    MATAA JI’TA? Kapan kamu datang? MATAA TADZHABU? Kapan kamu akan pergi

    و(أيَّانَ) يُطْلَبُ بها تَعيينُ الزمانِ المستَقْبَلِ خاصَّةً، وتكونُ في موضِعِ التهويلِ، كقولِه تعالى: {يَسْأَلُ أَيَّانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ}؟
    6. AYYAANA (أيان)

    Menuntut menentukan zaman istiqbal scara khusus, dan digunakan suatu yg luar biasa. Contoh Firman Allah:
    YAS’ALU AYYAANA YAUMUL QIYAAMATI? = ia bertanya bilakah hari kiamat

    و(كيفَ) يُطْلَبُ بها تعيينُ الحاِل، نحوُ: (كيفَ أنتَ)
    7. MATAA (متى)

    Menuntut menentukan hal keadaan. Contoh:
    KAIFA ANTA? Bagaimana keadaan kamu?

    و(أينَ) يُطْلَبُ بها تعيينُ المكانِ، نحوُ: (أينَ تَذْهَبُ؟(
    8. AINA (أنى)

    Menuntut menentukan tempat. Contoh:
    AINA TADZHABU? = kemana kamu pergi?

    و(أنَّى) تكونُ بمعنى (كيفَ)، نحوُ: {أَنَّى يُحْيِـي هَـذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا}؟ وبمعنى (مِنْ أينَ)، نحوَ: {يَا مَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَـذَا}؟ وبمعنى (متى)، نحوُ: (زِدْ أنَّى شئتَ؟(
    9. ANNAA أنى

    1. Sama dengan ma’na KAIFA. Contoh :
    ANNAA YUHYII HADZIHI ALLAAHU BA’DA MAUTIHAA?
    Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?
    2. sama dengan ma’na MIN AINA. Contoh:
    YAA MARYAMU ANNAA LAKI HADZAA?
    Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?
    3. Sama dengan ma’na MATAA. Contoh:
    ZID ANNAA SYI’TA?
    Tambahkan kapankah kamu suka?.
    و(كمْ) يُطلَبُ بها تَعيينُ عددٍ مبْهَمٍ نحوُ:{كَمْ لَبِثْتُمْ}؟
    10 KAM (كم)
    Menuntut untuk menentukan jumlah/hitungan yg samar. Contoh:
    KAM LABITSTUM?
    Berapa lama kalian tinggal?
    و(أيُّ) يُطْلَبُ بها تمييزُ أحَدِ المتشاركيْنِ في أمْرٍ يَعمُّهما، نحوُ: {أَيُّ الْفَرِيقَيْنِ خَيْرٌ مَقَامًا}؟
    ويُسأَلُ بها عن الزمانِ والمكانِ والحالِ والعددِ والعاقلِ وغيرِه، حسَبَ ما تُضَافُ إليه.
    11. AYYU (أي)

    Menuntut untuk membedakan satu dari dua kemungkinan didalam perkara yg mengumumi pada keduanya. Contoh:
    AYYU-LFARIIQOINI KHOIRUN MAQOOMAN?
    Manakah di antara kedua golongan (kafir dan mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya?

                                Kalimat Tanya
                Kalimat tanya ialah kalimat yang dipergunakan dengan tujuan memperoleh reaksi berupa jawaban dari yang ditanya atau penguatan sesuatu yang telah diketahui oleh penanya. Kalimat tanya diucapkan dengan intonasi menaik pada suku kata akhir. Dalam bentuk tulis ditandai
    dengan tanda tanya (?). Kalimat tanya dicirikan oleh empat hal, yaitu sebagai berikut.
    1. Penggunaan kata tanya: apa, siapa, di mana, bagaimana, mengapa,  dan lain-lain.
       Contoh :
        - Bagaimana kondisi pengungsi lumpur Lapindo saat ini?
        - Apa Anda sudah berpengalaman di bidang mesin?
    2. Penggunaan kata bukan atau tidak
        Contoh :
        - Bukankah ini tas yang kamu bawa?
        - Ini hasil ulanganmu, bukan?
        - Tidakkah dia merasa aneh dengan sikapmu?
    3. Penggunaan klitika -kah pada predikat kalimat yang diubah susunannya SP PS
        Contoh :
       1.a. Ia lulus tahun ini.
       1.b. Luluskah ia tahun ini?
       2.a. Ia sudah pulang?
       2.b. Sudah pulangkah ia?

    4. Penggunaan intonasi naik pada suku kata akhir
        Contoh :
        - Ayahnya terlibat perampokan .
        - Ayahnya terlibat perampokan?
        - Dia pergi ke luar negeri.
        - Dia pergi ke luar negeri ?
    Jenis Kalimat Tanya dan Kata Tanya
    1. Kalimat Tanya Klarifikasi dan Konfirmasi
    Yang dimaksud kalimat tanya klarifikasi (penegasan) dan kalimat tanya
    konfirmasi (penjernihan) ialah kalimat tanya yang disampaikan kepada
    orang lain untuk tujuan mengukuhkan dan memperjelas persoalan yang
    sebelumnya telah diketahui oleh penanya. Kalimat tanya ini tidak meminta
    penjelasan, tapi hanya membutuhkan jawaban pembenaran atau sebaliknya
    dalam bentuk ucapan ya atau tidak dan benar atau tidak benar.
    Contoh kalimat tanya klarifikasi:
    1. Benarkah Saudara yang memimpin penelitianmu?
    2. Apa benar barang-barang ini milik Anda?
    3. Jadi benar isu mengenai keluarnya Anda dari Proyek Management?
    4. Benarkah akan terjadi gempa di Jakarta, Pak?
    Contoh kalimat tanya konfirmasi:
    1. Apakah Saudara mempunyai hubungan erat dengan terdakwa?
    2. Apa Bapak sudah menerima surat pengunduran diri saya?
    3. Apakah ini kunci mobil saudara?
    4. Apa hari itu Anda pergi bersamanya?
    2. Kalimat Tanya Retoris
    Kalimat tanya retoris adalah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban atau tanggapan langsung. Kalimat tanya retoris biasanya digunakan dalam pidato, khotbah, atau orasi. Pertanyaan retoris dikemukakan dengan bermacam-macam maksud sesuai dengan pokok pembicaraan. Pertanyaan retoris bertujuan untuk memberi semangat, menggugah hati, memotivasi, memberi kesadaran, dan sebagainya terhadap audiens atau pendengar.
    Contoh kalimat retoris :
    1. Apakah kita tega membiarkan mereka kelaparan?
    2. Apakah nasib kita akan berubah tanpa ada usaha?
    3. Mana mungkin Allah menurunkan rezeki bagi orang-orang malas?
    4. Di mana kita saat mereka memohon pertolongan?
    5. Mana ada pejabat yang jujur di zaman edan seperti ini?
    6. Sudahkah kita mencoba memulai dari diri kita sendiri?
    7. Siapa yang akan bertanggung jawab terhadap moral bangsa kalau
        bukan kita?

    3. Kalimat Tanya Tersamar
    Kalimat tanya tersamar maksudnya adalah bentuk kalimat Tanya yang mengacu pada bermacam maksud. Dengan kalimat tanya tersamar, penanya dapat menyampaikan berbagai tujuan seperti, memohon, meminta, menyindir, membiarkan, mengajak, menegaskan, menyetujui, menggugah, melarang, menyuruh, dan lain sebagainya.
    Contoh :
    1. Tujuan meminta:
        - Bolehkah saya tahu siapa namamu?
        - Dapatkah kamu menolong saya?
    2. Tujuan mengajak:
        - Bagaimana kalau kamu ikut dalam perlombaan sains antarsekolah?
        - Dapatkah kamu menemaniku ke pesta itu nanti malam?
    3. Tujuan memohon:
        - Apakah kamu bersedia menerima lamaran saya?
        - Bersediakah kamu meminjamkan motormu kepadaku?
    4. Tujuan menyuruh:
        - Bagaimana kalau kamu berangkat ke sekolah sekarang?
        - Maukah kamu membuatkan kue bolu?
    5. Tujuan merayu:
        - Kapan saya bisa mengajak kamu jalan-jalan?
         - Jadi kan kamu traktir saya makan hari ini?
    6. Tujuan menyindir:
        - Apa tidak ada orang yang lebih bodoh dari kamu?
        - Begini caranya kamu berterima kasih?
    7. Tujuan menyanggah:
        - Apa dengan cara ini semua persoalan dapat selesai?
        - Bagaimana jika kita mencari cara yang lain?
    8. Tujuan meyakinkan:
        - Mestikah saya bersumpah di hadapanmu?
        - Apa selama ini kata-kata saya cuma pepesan kosong?
    9. Tujuan menyetujui:
        - Tak ada alasan untuk ditolak, bukan?
        - Apa pantas hal ini saya abaikan?

    4. Jenis Kalimat Tanya Biasa
    Kalimat tanya biasa disebut juga kalimat tanya untuk menggali informasi.
    Kalimat untuk menggali informasi biasanya menggunakan kata tanya.
    Kata tanya yang dipergunakan, dirumuskan dengan 5W+ 1H, yaitu : what
    (apa), where (di mana), who (siapa), whene (kapan), why (mengapa) dan
    how (bagaimana).
    Contoh penggunaannya di dalam kalimat:
    - Apa yang menyebabkan terjadinya kebakaran ini?
    - Dari mana asal api?
    - Siapa yang pertama kali melihat kejadian ini?
    - Kapan tepatnya peristiwa itu terjadi?
    - Mengapa pemadam kebakaran terlambat datang?
    - Bagaimana upaya warga menyelamatkan barang-barangnya dari
      kebakaran itu?
    Berikut ini jenis kata tanya yang biasa dipergunakan.
    1. mempertanyakan barang : apa
    2. mempertanyakan orang : siapa
    3. mempertanyakan pilihan : mana
    4. mempertanyakan sebab : mengapa
    5. mempertanyakan waktu: kapan dan bila
    6. mempertanyakan tempat : di mana
    7. mempertanyakan arah/tempat yang dituju : ke mana
    8. mempertanyakan tempat asal, arah dari suatu tempat atau milik : dari mana
    9. mempertanyakan keadaan sesuatu atau cara : bagaimana
    10. mempertanyakan bahan  baku : dari apa
    11. mempertanyakan asal milik : dari siapa
    12. mempertanyakan alat  : dengan apa
    13. mempertanyakan yang ikut serta : dengan siapa
    14. mempertanyakan tujuan melakukan suatu perbuatan : untuk apa
    15. mempertanyakan orang yang dituju : untuk siapa
    16. mempertanyakan jumlah : berapa




    Pengertian
    Kata yang memiliki arti sama dalam istifham dan kata Tanya di mana
    Persamaan
    Perbedaan
    Dari segi pengertian


  • Copyright © - expresi top

    expresi top - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan